BULU YANG TERKULAI TIDAK DAPAT DI PATAHKAN

(SEBUAH REFLEKSI ATAS KEBERADAAN SEORANG HAMBA TUHAN)

  • Soestenes Sumihe Sekolah Tinggi Telogia das Filsafat

Abstract

Tujuan peneltian ini adalah usaha membangun kerukunan, persaudaraan, dan damai di
Indonesai, di Tanah Papua, khususnya di Merauke. Metode yang digunakan dalam penelitian
ini adalah pendekatan paradigkma inklusif atau sikap merangkul. Paragdikma inklusif itu
membuhtuhkan sebuah proses edukatif untuk mengubah mentalitas eksklusif menjadi inklusif,
sehingga dapat menerima kemajemukan sebagai realitas sosial yang harus dijalani dalam
persaudaraan satu dengan yang lainnya. Hasil dari penelitan pluralis-multikulturalis ini
membantu dan mendorong proses belajar tersebut sampaikan kita menemukan dan mengalami
bahwa Papua Tanah Damai itu bukan hanya slogan, tetapi kenyataan dalam hidup beragama,
berbangsa dan bernegara.

Published
2016-12-12
Section
Articles