ANALISA PERBANDINGAN PENGGUNAAN R-22 DAN HCR-22 PADA PENYIMPANGAN BUAH-BUAHAN
Abstract
Ukuran evaporator untuk penerapan R-22 dan HCR adalah sama. Untuk kapasitas pendingin
yang sama, daya kompresor yang dibutuhkan, untuk penerapan HCR-22 adalah 0,05 kali
dari daya yang dibutuhkan untuk penerapan R-22, dengan nisbah kompresi yang lebih
rendah untuk HCR-22 dibandingkan R-22 maka kompresor pada penerapan HCR-22 akan
bekerja lebih ringan dibandingkan R-22. Untuk kapasitas pendingin yang sama, maka
penerapan HCR-22 akan bekerja lebih menghemat pemakaian energi dibandingkan dengan
penerapan R-22 yakni ditunjukan dengan besar kompresor yang dibutuhkan.. Penelitian ini
bertujuan untuk membandingkan keunggulan dan kelemahan refigran HCR 22 pada
penyimpangan buah-buahan menggantikan R 22 yang diketahui sebagai bahan perusak
ozon dan Keungulan menggunakan refigran HCR 22 dibandingkan R 22 pada
penyimpangan buah-buahan.
Penelitian dilakukandengan cara mengkaji secara teori pada efek penerapan penggunaan R-
22 dan HCR-22 pada sistem.Variabel yang dihitung antara lain:ukuran pokok unit-unit
pendingin yakni eevaporator,kondensor dan konpresor.Dan kemudian mengadakan
percobaan untuk mengamati penomena yang berkaitan dengan penerapan HCR-22 sebagai
drop-in subtitute pada sistem yang menggunakan R-22.
Hasil analisa yang dilakukan menunjukkan bahwa:dampak refrigerasi dengan temperatur
yang sama untuk HCR-22 adalah 1,78 kali lebih besar dari R-22 untuk penerapan HCR-22,
jumlah pemakaian refigeran turun 44% dibandingkan R-22 sehingga tangki penampung
refigerant dapat dibuat lebih kecil.Ukuran kondensor untuk penerapan HCR-22 lebih kecil
dibandingkan R-22 untuk kapasitas pendingin dan temperatur yang sama. Terdapat
keuntungan dan kerugian yang dapat diperoleh dari penerapan HCR-22 pada unit pendingin
R-22 dengan penggantian komponen, terdapat keuntungan dan kerugian yang dapat
diperoleh dari penerapan HCR-22 dan pada unit pendingin R-22 tanpa penggantian
komponen.




