“RUMSRAM” ANTARA RUMAH BERHALA DAN RUMAH KEHIDUPAN (SUATU TINJAUAN ETIKA SOSIAL KRISTEN)
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah Mendalami pandangan tentang Rumsram dalam pandangan orang
biak Numfor.
Dalam penelitian ini juga akan dilihat fakta sosio cultur itu dari sisi etika sosial kemudian berupaya
melakukan tinjauan teologi atas fakta sosial itu terutama sekali mengangkat nilai-nilai peradaban budaya
penduduk Numfor serta pararelismenya dengan etika sosial kristen, bahkan memberi tanggapan kristiani
atas nilai budaya itu. Dalam penelitian ini kemudian menjadi objektifitas karya kontekstual.
Hasil dari penelitian Rumsram, Antara Rumah Berhala atau Rumah Kehidupan maka di sini dapat
disimpulkan suatu pemikiran yang mengarah pada teologi kontekstual bahwa Rumsram adalah “rumah
kehidupan.” Realitas sosial sebagaimana terlihat dalam perilaku masyarakat Numfor menurut hemat saya
tidak dapat disembunyikan atau dilhilangkan begitu saja sifat-sifat hakiki yang dijalani sebagai ikatan
relasi antara penduduk Numfor dengan “allahnya. Alasannya bahwa di sini elemen budaya yang
memaknai kehidupan mereka sangat berpengaruh dalam seluruh tatanan kehidupan sosial. Pada sisi
lain hakikat rumsram senantiasa dipahami sebagai perjumpaan antara manusia dengan
“allah”perjumpaan itu menggambarkan bagaimana mereka untuk kemudian menerima pesan dan
selanjutnya melaksanakan pesan “allah” itu dalam kehidupan merka dalam konteks penduduk
Numforrelasan dengan sesama sangat dihargai bahkan dijaga seedemikian rupa karena hal ini memiliki
nilai religius yang mana telah dibangun dan mendapat estu dari “allah” ketika hal itu berlansung di
Rumsram. Sedangkan pemikiran tentang “allah”Rumsramm adalah tempat / rumah dimana “allah”hadir.
Dalam kehdirannya itu senantiasa dimaknai dengan berbagai aktivitasriual yang bisa sasya katakan
berbagai instrumen-instrumen budaya yang m,engikut sertakan mereka ke dalam persekutuandengan
“allahnya”. Ikut mengalami kehdiran “allah”dalam kehidupan mereka. Dengan demikian perkataan Rumah
Kehidupan seperti sebagaimana yang saya maksud dalam penelitian ini adalah simbol budaya yang
berupaya memperlihatkan eksistensi atau jati diri penduduk Numfor.




