PEMERIKSAAN INDEKS ERITROSIT SEBAGAI PENENTU JENIS ANEMIA PADA PASIEN HIV DENGAN TERAPI ARV DI RS X JAYAPURA

  • Maria Rosari Paembong UNIVERSITAS SAINS DAN TEKNOLOGI JAYAPURA
  • Valentino Mote UNIVERSITAS SAINS DAN TEKNOLOGI JAYAPURA
  • Oktavian Indriani UNIVERSITAS SAINS DAN TEKNOLOGI JAYAPURA
Keywords: Keywords : HIV, terapi ARV, indeks eritrosit, anemia, hematologi.

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan penyakit infeksi yang dapat menyebabkan berbagai gangguan hematologi, salah satunya anemia. Selain infeksi HIV itu sendiri, penggunaan terapi antiretroviral (ARV) juga diketahui dapat memengaruhi pembentukan sel darah merah dan menyebabkan perubahan indeks eritrosit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran indeks eritrosit sebagai penentu jenis anemia pada pasien HIV dengan terapi ARV di Rumah Sakit Abepura. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan uji laboratorium. Sampel penelitian berjumlah 32 pasien HIV yang menjalani terapi ARV dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pemeriksaan indeks eritrosit meliputi Mean Corpuscular Volume (MCV), Mean Corpuscular Hemoglobin (MCH), dan Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration (MCHC) dilakukan menggunakan hematology analyzer pada sampel darah vena EDTA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh pasien mengalami anemia (100%). Berdasarkan nilai MCV, kategori makrositik ditemukan pada 18 pasien (56,25%), normositik 10 pasien (31,25%), dan mikrositik 4 pasien (12,5%). Berdasarkan nilai MCH dan MCHC, kategori normokrom ditemukan pada 28 pasien (87,5%) dan hipokrom pada 4 pasien (12,5%). Jenis anemia yang paling banyak ditemukan adalah anemia makrositik normokrom sebanyak 18 pasien (56,25%), diikuti anemia normositik normokrom sebanyak 10 pasien (31,25%), dan anemia mikrositik hipokrom sebanyak 4 pasien (12,5%). Dengan demikian, anemia makrositik normokrom merupakan jenis anemia yang paling dominan pada pasien HIV yang menjalani terapi ARV di Rumah Sakit Abepura.

Keywords : HIV, terapi ARV, indeks eritrosit, anemia, hematologi.

References

[1] H. A. F. Sinaga, “HIV / AIDS,” Medical Laboratory Journal, vol. 3, no. 2, pp. 45–52, 2025, doi: https://doi.org/10.57213/caloryjournal.v3i2.653.
[2] WHO, “Hiv-Aids,” 2024, [Online]. Available: http://www.who.int/en/news-room/fact-sheets/detail/hiv-aids.
[3] D. Rohmatullailah and D. Fikriyah, “Faktor Risiko Kejadian HIV Pada Kelompok Usia Produktif di Indonesia Faktor Risiko Kejadian HIV Pada Kelompok Usia Produktif di Indonesia Risk Factors of HIV Event in Productive Age Groups in Indonesia,” Jurnal Bikfokes, vol. 2, no. 1, pp. 45–59, 2021, doi: 10.7454/bikfokes.v2i1.1022.
[4] Kemenkes RI, “Berani Tes, Berani Lindungi Diri, Kemenkes Targetkan Eliminasi HIV dan IMS Tahun 2030,” 2025, [Online]. Available: https://kemkes.go.id/id/berani-tes-berani-lindungi-diri-kemenkes-targetkan-eliminasi-hiv-dan-ims-tahun-2030.
[5] N. Dahliyanti, R. Khairiah, Nuraidah, and F. Murtiani, “Hubungan Kepatuhan Antiretroviral Therapy Dengan Status Gizi Dan Kadar CD4 Pada Anak HIV/AIDS,” Jurnal Kesehatan Dan Komunitas, vol. 8, no. 2, pp. 247–256, 2022.
[6] R. N. Yusuf, Ibrahim, I. K. Sari, and Y. Zamsri, “Pengaruh Anti Retro Viral (ARV) Terhadap Kadar CD4, SGOT dan SGPT Pada Pasien Human Immunodeficiency Virus (HIV),” Jurnal Kesehatan Saintika Meditory, vol. 7, no. 1, pp. 522–536, 2023.
[7] A. I. Abioye, C. T. Andersen, C. R. Sudfeld, and W. W. Fawzi, “Anemia , Iron Status , and HIV : A Systematic Review of the Evidence,” American Society for Nutrition, vol. 11, pp. 1334–1363, 2020, doi: https://doi.org/10.1093/advances/nmaa037.
[8] A. H. Azzahra, Hidayat, N. F. Hasbie, and M. Kurniati, “Hubungan kelainan hematologi dan jumlah virus terhadap lama penggunaan terapi arv pada pasien,” Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, vol. 12, no. 12, pp. 2773–2780, 2025.
[9] G. G. Woldeamanuel and D. H. Wondimu, “Prevalence of anemia before and after initiation of antiretroviral therapy among HIV infected patients at Black Lion Specialized Hospital , Addis Ababa , Ethiopia : a cross sectional study,” BMC Hematololgy, vol. 18, no. 7, pp. 1–7, 2018, doi: https://doi.org/10.1186/s12878-018-0099-y.
[10] K. O. M. C. Putri, I. N. Wande, and N. N. Mahartini, “Gambaran Indeks Eritrosit Pada Ibu Hamil Dengan Anemia Di Puskesmas Abiansemal I Kabupaten Badung Tahun 2019,” Jurnal Medika Udayana, vol. 10, no. 5, pp. 8–13, 2021.
[11] kemenkes RI, “Indonesia Siapkan Lansia Aktif dan Produktif,” 2024, [Online]. Available: https://kemkes.go.id/id/indonesia-siapkan-lansia-aktif-dan-produktif.
[12] R. N. Putri, J. Sahputri, and M. M. Topik, “Gambaran Pengetahuan dan Sikap Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Universitas Malikussaleh Tentang HIV / AIDS di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Tahun 2022,” Galenical, vol. 1, no. 2, pp. 32–43, 2022.
[13] E. G. Kibaru, R. Nduati, D. Wamalwa, and N. Kariuki, “Impact of highly active antiretroviral therapy on hematological indices among HIV ‑ 1 infected children at Kenyatta National Hospital ‑ Kenya : retrospective study,” AIDS Research and Therapy, vol. 12, no.26, pp. 1–8, 2015, doi: 10.1186/s12981-015-0069-4.
[14] D. T. L. M. Indonesia, Hematologi Teknologi Laboratorium Medik. Jakarta: EGC, 2020.
[15] A. Marchionatti and M. M. Parisi, “Anemia and thrombocytopenia in people living with HIV / AIDS : a narrative literature review,” International Health, vol. 13, pp. 98–109, 2021, doi: 10.1093/inthealth/ihaa036.
[16] S. Alfitrah and A. Kusdiantini, “Gambaran Nilai Indeks Eritrosit pada Pasien Anemia di Rumah Sakit X,” Dinasti Health and Pharmacy Science, vol. 3, no. 1, pp. 1–7, 2025, doi: https://doi.org/10.38035/dhps.v3i1.
Published
2026-07-15