ANALISIS KENYAMANAN TERMAL RUANG PROGRAM STUDI ARSITEKTUR USTJ DI IKLIM TROPIS LEMBAP
Abstract
Ruang akademik di wilayah tropis lembap menghadapi tantangan dalam menjaga kenyamanan termal sekaligus kecukupan cahaya bagi penggunanya. Penelitian ini mengkaji kondisi kenyamanan termal Ruang Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Sains dan Teknologi Jayapura, menentukan parameter lingkungan yang paling berpengaruh, serta menyusun usulan desain pasif yang sesuai. Pengukuran lapangan berlangsung pada tiga rentang waktu (pagi, siang, dan sore) memakai HOBO U12, Elitech RC-4, dan Extech HT30 WBGT Meter pada lima titik amatan, dengan parameter berupa suhu udara, kelembapan relatif, kecepatan udara, suhu radiasi (Taglobe), dan intensitas cahaya. Suhu udara terukur 28,4–30,8 °C, melampaui batas nyaman SNI (22–27 °C), sementara kelembapan relatif sangat tinggi (64–83%) dan suhu radiasi berkisar 29–30,6 °C. Intensitas pencahayaan justru sangat rendah (3,9–51,2 lux), jauh di bawah kebutuhan ruang kerja (250–350 lux), sehingga ruang terasa redup. Kecepatan udara timpang: titik dekat inlet mencapai 0,30–0,86 m/s, namun titik lain nyaris stagnan (0,03–0,06 m/s). Akar persoalan terletak pada ventilasi yang hanya bekerja satu sisi akibat jalur silang terhalang sekat, ditambah sebagian ventilasi tertutup plastik. Solusi yang diusulkan adalah penambahan clerestory window pada sisi Tenggara untuk memicu stack effect, optimalisasi ventilasi silang, serta vertical garden sebagai peneduh dinding.

