ANALISIS KENYAMANAN TERMAL RUANG GAMBAR FTSP USTJ PADA IKLIM TROPIS LEMBAP JAYAPURA
Abstract
Kenyamanan termal merupakan kebutuhan mendasar pada ruang belajar, khususnya di wilayah tropis lembap seperti Jayapura. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi kenyamanan termal Ruang Gambar Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Sains dan Teknologi Jayapura, mengidentifikasi parameter iklim mikro yang paling dominan, serta merumuskan strategi desain pasif yang sesuai. Pengukuran lapangan dilakukan pada tiga waktu (pagi, siang, dan sore) menggunakan Elitac Data Logger, Heat Stress Meter, dan Hobo Data Logger pada tiga titik amatan. Parameter yang diukur meliputi suhu udara, kelembapan relatif, kecepatan udara, Wet-Bulb Globe Temperature (WBGT), dan intensitas pencahayaan. Hasil menunjukkan suhu udara meningkat dari 29,1–29,5 °C pada pagi hari menjadi 31,8–32,1 °C pada siang hari, dengan WBGT mencapai 33,1 °C. Kelembapan relatif tetap tinggi (69–79%) sehingga menghambat pelepasan panas tubuh. Intensitas pencahayaan melonjak hingga 4.852,5 lux, jauh di atas standar ruang gambar yang ideal (750 lux). Meskipun sistem ventilasi alami silang menghasilkan kecepatan udara hingga 1,171 m/s, ruang tetap berada pada zona risiko stres panas pada siang hingga sore hari. Penyebab utama adalah orientasi bukaan ke arah Barat Daya tanpa peneduh sehingga radiasi matahari masuk berlebihan. Strategi desain pasif yang direkomendasikan mencakup louver vertikal, tirai/kaca film, vegetasi peneduh, selubung reflektif, ventilasi hibrida, serta manajemen jadwal dan kapasitas hunian.

