PEMODELAN ESTIMASI DAMPAK LINGKUNGAN PADA STRUKTUR BAWAH INFRASTRUKTUR JEMBATAN GIRDER BETON
Abstract
Sustainability analysis (analisis keberlanjutan) digunakan untuk mengurangi emisi dari konstruksi
jembatan. Sebagai parameternya digunakan tiga pilar dari analisis keberlanjutan untuk melakukan penilaian
sistem infrastruktur transportasi. Salah satu cara yang popular yakni untuk mengevaluasi keberlanjutan
suatu proyek adalah dengan menganalisis siklus hidup (life cycle analysis). Secara khusus, penilaian siklus
hidup digunakan untuk mengevaluasi dampak lingkungan selama umur suatu produk. Pada dasarnya
kebanyakan alat yang digunakan sebagai penilaian siklus hidup untuk infrastruktur jembatan yakni
menggunakan input yang terperinci guna menghitung dampak lingkungan pada suatu proyek. Hal tersebut
masih dirasa tidak efektif bagi pihak perancang untuk mengevaluasi berbagai desain pada tahapan awal.
Sehingga, tujuan dari penellitian ini yakni untuk mengembangkan model Life Cycle Analysis (LCA) untuk
menilai infrastruktur jembatan. Model LCA ini berorientasi pada Prosess Based Analysis (PBA). Guna
mendapatkan kevalidan data maka pada penilitian ini menggunakan analisis data berbasis itemisasi
(itemized based analysis) yakni menggunakan data terperinci dari rencana anggaran biaya (RAB).
Penelitian ini menggunakan jenis jembatan dengan spesifikasi teknik konstruksi bangunan atas dengan PCBox Girder dengan metode Advancing Shoring Method (ASM). Hasil penelitian ini terbagi menjadi Life
Cycle Inventory (LCI) dan Life Cycle Assessment (LCA). Daftar inventoris berupa data material dan
peralatan yang digunakan pada saat pembangunan jembatan girder beton untuk menyelesaikan analisis
LCA sekitar 55% dari data pada bagian bawah jembatan (substructure). Dalam hal persediaan data
mengenai alat berat, data yang digunakan yakni 70% untuk substructure. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa emisi dari GWP pada saat pembangunan pondasi dan tiang jembatan terlihat lebih signifikan
dibandingkan dengan.emisi yang berasal dari ADPE dan smog. Hal ini terjadi karena jumlah material dari
pondasi pada jembatan girder beton memiliki porsi yang besar dari ready-mix concrete dan reinforcement
cage (jalinan penulangan) yang mempengaruhi total emisi GWP.

