https://ojs.ustj.ac.id/median/issue/feed Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi 2026-06-30T03:09:59+09:00 Y. L. Marnala Sitorus jurnalmedian2021@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>Jurnal MEDIAN</strong>&nbsp; <strong>Arsitektur dan Planologi</strong> merupakan jurnal ilmiah gabungan dari dua program studi, yaitu Arsitektur dan PWK (Perencanaan Wilayah dan Kota) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) - Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) yang dikelola di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Jurnal MEDIAN terbit pertama kali pada tahun 2011 dan diterbitkan dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan&nbsp;<strong>Juni</strong>&nbsp;dan&nbsp;<strong>Desember mulai tahun 2023 (sebelumnya terbit pada bulan Februari dan Oktober)</strong>. Disiplin ilmu yang dapat menerbitkan artikelnya melalui jurnal ini adalah yang berkaitan dengan ilmu-ilmu Arsitektur, Perencanaan Wilayah dan Kota serta berkaitan dengan pembangunan yang berkelanjutan.</p> https://ojs.ustj.ac.id/median/article/view/1637 TINGKAT LAYANAN PEDESTRIAN PADA RUAS JALAN RAYA ABEPURA KOTA JAYAPURA 2026-06-29T09:33:42+09:00 Panus Abi portalsipilustj@gmail.com Yannice L M Sitorus nalaustj2006@gmail.com Anna M Labok anna.marialabok@yahoo.com <p>Koridor Jalan Raya Abepura di Kota Jayapura merupakan salah satu jalur utama dengan tingkat aktivitas pejalan kaki yang tinggi akibat keberadaan pusat pendidikan, permukiman, dan fasilitas umum di sana. Kemudian bermunculan beberapa pedagang informal untuk memanfaatkan tingginya arus pejalan kaki pada ruas jalan tersebut sehingga dapat menurunkan tingkat layanan fasilitas pejalan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja ruang jalan bagi pejalan kaki di koridor Jalan Raya Abepura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan tingkat layanan pedestrian dianalisis menurut Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 dan Permen PUPR No. 03/PRT/M/2014 serta persepsi pengguna pedestrian. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar jalur pejalan kaki di Jalan Raya Abepura belum memenuhi standar minimum lebar trotoar, memiliki beberapa hambatan fisik, dan minim fasilitas penunjang seperti zebra cross, halte, tempat sampah, dan lampu penerangan. Hal inilah yang memengaruhi persepsi pejalan kaki di sana sehingga menyatakan bahwa tingkat pelayanan pedestrian di lokasi studi berada pada kategori biasa atau cukup. Akan tetapi bila dikaji berdasarkan aspek teknis, tingkat layanan pedestrian di sana berada pada level A, yang berarti kondisi trotoar sangat nyaman, pergerakan bebas tanpa hambatan, dan interaksi sosial mudah. Keberadaan para pedagang kaki lima, utamanya penjual makanan dan minuman serta pinang, belum dirasakan mengganggu dan menurunkan tingkat layanan jalur pedestrian di sana. Agar terbentuk ruang ramah bagi pejalan kaki maka perlu diperhatikan keberadaan fasilitas pendukung trotoar yang setidaknya telah memenuhi ketentuan standar minimal.</p> 2026-06-29T09:26:45+09:00 ##submission.copyrightStatement## https://ojs.ustj.ac.id/median/article/view/1590 STUDI PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR BERSIH DI KAMPUNG PUAY, DISTRIK SENTANI TIMUR, KABUPATEN JAYAPURA 2026-06-29T09:32:14+09:00 Metusale Ranggafu musfiranajamuddin@gmail.com Musfira Musfira musfiranajamuddin@gmail.com Anna M Labok anna.marialabok@yahoo.com <p>Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat. Di tengah agenda global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG-6, pemenuhan air bersih di wilayah-wilayah terpencil seperti Kampung Puay di Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, masih menjadi tantangan besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi eksisting penyediaan air bersih, mengidentifikasi faktor-faktor penghambat, serta merumuskan strategi pengelolaan yang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, kuesioner, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar warga masih menggunakan air danau tanpa proses penjernihan, dan hanya sebagian kecil memanfaatkan air hujan atau sumur dangkal. Krisis air bersih diperparah oleh pencemaran lingkungan, rendahnya literasi sanitasi, dan belum terbentuknya lembaga pengelola air. Berdasarkan temuan tersebut, disusun strategi terpadu meliputi pendekatan teknis, kelembagaan, sosial-partisipatif, dan regulasi lokal.</p> 2026-06-29T09:32:14+09:00 ##submission.copyrightStatement## https://ojs.ustj.ac.id/median/article/view/1646 ANALISIS KENYAMANAN TERMAL RUANG GAMBAR FTSP USTJ PADA IKLIM TROPIS LEMBAP JAYAPURA 2026-06-30T01:51:13+09:00 Faris Izza Prayudha indahsarizulfiana@gmail.com Genoveva Sibilina Prafianti indahsarizulfiana@gmail.com Mathias Mikawa indahsarizulfiana@gmail.com <p>Kenyamanan termal merupakan kebutuhan mendasar pada ruang belajar, khususnya di wilayah tropis lembap seperti Jayapura. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi kenyamanan termal Ruang Gambar Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Sains dan Teknologi Jayapura, mengidentifikasi parameter iklim mikro yang paling dominan, serta merumuskan strategi desain pasif yang sesuai. Pengukuran lapangan dilakukan pada tiga waktu (pagi, siang, dan sore) menggunakan <em>Elitac Data Logger, Heat Stress Meter, dan Hobo Data Logger</em> pada tiga titik amatan. Parameter yang diukur meliputi suhu udara, kelembapan relatif, kecepatan udara, <em>Wet-Bulb Globe Temperature</em> (WBGT), dan intensitas pencahayaan. Hasil menunjukkan suhu udara meningkat dari 29,1–29,5 °C pada pagi hari menjadi 31,8–32,1 °C pada siang hari, dengan WBGT mencapai 33,1 °C. Kelembapan relatif tetap tinggi (69–79%) sehingga menghambat pelepasan panas tubuh. Intensitas pencahayaan melonjak hingga 4.852,5 lux, jauh di atas standar ruang gambar yang ideal (750 lux). Meskipun sistem ventilasi alami silang menghasilkan kecepatan udara hingga 1,171 m/s, ruang tetap berada pada zona risiko stres panas pada siang hingga sore hari. Penyebab utama adalah orientasi bukaan ke arah Barat Daya tanpa peneduh sehingga radiasi matahari masuk berlebihan. Strategi desain pasif yang direkomendasikan mencakup louver vertikal, tirai/kaca film, vegetasi peneduh, selubung reflektif, ventilasi hibrida, serta manajemen jadwal dan kapasitas hunian.</p> 2026-06-30T01:50:23+09:00 ##submission.copyrightStatement## https://ojs.ustj.ac.id/median/article/view/1642 ANALISIS HISTORIOGRAFIS KERUANGAN MASJID GEDHE MATARAM DALAM PERKEMBANGAN KOTA ISLAM KOTAGEDE 2026-06-30T02:37:59+09:00 Zumaroh Khasanah zumarohkhasanah4@gmail.com Davin Bimadudov DBimadudov@gmail.com <p>Masjid Gedhe Mataram merupakan salah satu elemen penting dalam pembentukan Kota Islam Kotagede yang memiliki nilai historis, religius, dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Masjid Gedhe Mataram sebagai pusat orientasi ruang Kota Islam Kotagede melalui pendekatan historiografis keruangan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur, observasi lapangan, dokumentasi, wawancara, dan pemetaan sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Gedhe Mataram memiliki keterkaitan spasial dengan elemen kota lain seperti pasar, alun-alun, dan kompleks makam raja yang membentuk konsep Catur Gatra Tunggal. Selain itu, proses islamisasi ruang tercermin melalui berbagai elemen fisik seperti gapura Paduraksa, pohon sawo kecik, dan sendang yang menunjukkan adanya akulturasi budaya Jawa dan Islam. Kawasan ini juga mengalami transformasi fungsi dari pusat pemerintahan Kerajaan Mataram Islam menjadi pusat aktivitas religi, budaya, dan wisata sejarah yang masih bertahan hingga saat ini. Temuan tersebut menunjukkan bahwa Masjid Gedhe Mataram tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai representasi identitas historis dan budaya masyarakat Kotagede.</p> 2026-06-30T02:37:59+09:00 ##submission.copyrightStatement## https://ojs.ustj.ac.id/median/article/view/1647 ANALISIS KENYAMANAN TERMAL RUANG PROGRAM STUDI ARSITEKTUR USTJ DI IKLIM TROPIS LEMBAP 2026-06-30T03:09:59+09:00 Gloria Melanesia indahsarizulfiana@gmail.com Rani Silva Gwijangge indahsarizulfiana@gmail.com Willibrodus Wafom indahsarizulfiana@gmail.com Desti Morare indahsarizulfiana@gmail.com <p>Ruang akademik di wilayah tropis lembap menghadapi tantangan dalam menjaga kenyamanan termal sekaligus kecukupan cahaya bagi penggunanya. Penelitian ini mengkaji kondisi kenyamanan termal Ruang Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Sains dan Teknologi Jayapura, menentukan parameter lingkungan yang paling berpengaruh, serta menyusun usulan desain pasif yang sesuai. Pengukuran lapangan berlangsung pada tiga rentang waktu (pagi, siang, dan sore) memakai HOBO U12, Elitech RC-4, dan Extech HT30 WBGT Meter pada lima titik amatan, dengan parameter berupa suhu udara, kelembapan relatif, kecepatan udara, suhu radiasi (Taglobe), dan intensitas cahaya. Suhu udara terukur 28,4–30,8 °C, melampaui batas nyaman SNI (22–27 °C), sementara kelembapan relatif sangat tinggi (64–83%) dan suhu radiasi berkisar 29–30,6 °C. Intensitas pencahayaan justru sangat rendah (3,9–51,2 lux), jauh di bawah kebutuhan ruang kerja (250–350 lux), sehingga ruang terasa redup. Kecepatan udara timpang: titik dekat inlet mencapai 0,30–0,86 m/s, namun titik lain nyaris stagnan (0,03–0,06 m/s). Akar persoalan terletak pada ventilasi yang hanya bekerja satu sisi akibat jalur silang terhalang sekat, ditambah sebagian ventilasi tertutup plastik. Solusi yang diusulkan adalah penambahan <em>clerestory window</em> pada sisi Tenggara untuk memicu <em>stack effect</em>, optimalisasi ventilasi silang, serta <em>vertical garden</em> sebagai peneduh dinding.</p> 2026-06-30T03:09:59+09:00 ##submission.copyrightStatement##