JURNAL ABDIMAS DINAMIS : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT https://ojs.ustj.ac.id/abdimas <p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Abdimas Dinamis : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (EISSN.&nbsp;<a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1579058896" target="_blank" rel="noopener">2721-4478</a>)</strong> is a scientific journal of community service that was first published by the Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) through the Institute for Research and Community Service (LP2M). This Journal of Science and Technology as a medium for disseminating information contains the results of community service and empowerment activities in the form of applications from various fields of science including Civil Engineering and Planning, Industrial and Earth Technology, Computer Science, Information Systems, Health and Environment, Economics, Literature, Social and Politics.</p> <p style="text-align: justify;">&nbsp;</p> Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat USTJ en-US JURNAL ABDIMAS DINAMIS : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2715-9973 PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN KOMPOR BRIKET DARI TANAH LIAT (CLAY)DI KAMPUNG ABAR DISTRIK EBUNGFAUW KAB. JAYAPURA https://ojs.ustj.ac.id/abdimas/article/view/1565 <p><em>Tujuan utama dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Kampung Abar, Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura, adalah memberikan pelatihan kepada masyarakat—khususnya kelompok pengrajin gerabah—dalam pembuatan kompor briket berbahan dasar tanah liat (tanah lempung). Kampung Abar dikenal sebagai sentra kerajinan gerabah yang telah diwariskan secara turun-temurun. Para pengrajin lokal mampu menghasilkan berbagai bentuk gerabah sesuai kebutuhan dan pesanan konsumen. Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang dihadapi oleh kelompok usaha briket “Yabahey” di Kampung Nolokla, yang mengalami keterbatasan dalam penyediaan kompor briket sebagai sarana pendukung produksi briket. Untuk menjawab tantangan tersebut, tim PKM dari USTJ hadir di Kampung Abar untuk menawarkan solusi melalui pelatihan pembuatan kompor briket dari tanah liat. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pengambilan dan pengolahan tanah liat, penyaringan, pembentukan kompor, hingga proses pembakaran untuk menghasilkan produk yang kuat dan tahan lama. Kegiatan ini berhasil dilaksanakan dengan dukungan penuh dari aparat kampung, gereja, dan masyarakat. Lima kelompok pengrajin—Roliyauw, Hunuyo, Yauw Enggo, Titian Hidup, dan Holinarei—berhasil membuat dua jenis kompor: model sarang lebah dan kotak. Hasil dari kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis masyarakat, tetapi juga mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal, mendorong kemandirian teknologi, serta membuka peluang peningkatan ekonomi melalui penerapan teknologi tepat guna yang berpijak pada kearifan lokal.</em></p> Jufri Sialana Jusuf Haurissa Syamsudin Usman Santje Iriyanto ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-10-01 2025-10-01 7 1 1 12 10.58839/jad.v7i1.1565 PENDAMPINGAN INFORMASI KEPENDUDUKAN BERBASIS DIGITAL DI KAMPUNG HOLTEKAMP DISTRIK MUARA TAMI KOTA JAYAPURA https://ojs.ustj.ac.id/abdimas/article/view/1573 <p><em>Kemajuan teknologi digital memberikan peluang bagi pemerintah kampung untuk memperbaiki mekanisme pelayanan publik, khususnya dalam hal pengelolaan informasi kependudukan. Di Kampung Holtekamp, proses pendataan sebelumnya masih dilakukan secara manual sehingga menyebabkan berbagai hambatan, seperti ketidaktepatan data serta lambatnya pencatatan administrasi. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, tim melaksanakan pendampingan berbasis teknologi yang mencakup pengenalan konsep digitalisasi, pelatihan penggunaan aplikasi pendataan, praktik langsung bersama aparatur kampung, serta evaluasi efektivitas penerapan sistem. Dampak program menunjukkan peningkatan kemampuan aparatur dalam mengoperasikan perangkat digital serta tersusunnya database kependudukan yang lebih teratur. Jumlah data yang terkumpul meningkat hingga 20%, menghasilkan monografi penduduk yang lebih lengkap dan dapat dijadikan rujukan dalam perencanaan pembangunan. Masyarakat pun mulai memahami pentingnya keberlanjutan pembaruan data setelah dilakukan sosialisasi. Penerapan sistem digital membantu mempercepat layanan administrasi, meminimalkan kesalahan pencatatan, dan mendukung transparansi dalam pengelolaan data. Kegiatan ini membuktikan bahwa modernisasi pendataan di tingkat kampung mampu memperbaiki kualitas layanan publik. Ke depan, keberlanjutan pendampingan serta penguatan fasilitas teknologi diperlukan agar pengelolaan informasi berbasis digital dapat terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi Kampung Holtekamp.</em></p> Mursid Mursid Peliman Ndibau Lina Andayani Sahriani Sahriani ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-11-25 2025-11-25 7 1 13 19 10.58839/jad.v7i1.1573 PENINGKATAN KAPASITAS LITERASI DIGITAL APARATUR KAMPUNG DAN SISWA SMK DI KAMPUNG YOKA KOTA JAYAPURA https://ojs.ustj.ac.id/abdimas/article/view/1614 <p><em>Peningkatan literasi digital merupakan bentuk adaptasi dan penerimaan atas perkembangan era yang didominasi oleh teknologi. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilakukan oleh Universitas Sains dan Teknologi Jayapura dengan bertemakan literasi digital adalah solusi praktis yang berdampak pada peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengakses, memahami dan menyediakan informasi secara aman dan tepat. Pengabdian yang dilakukan dengan melibatkan aparatur Kampung Yoka dan siswa SMKN 8 Jayapura berfokus pada pelatihan penggunaan aplikasi microsoft office dan website profil Kampung. Kegiatan pelatihan microsoft office dimulai dengan pemberian kuesioner pre-test sebagai evaluasi awal untuk mengukur tingkat pemahaman dan kemampuan peserta dalam mengoperasikan aplikasi office. Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari dengan materi pelatihan yaitu penggunaan ribbon dalam word, excel dan power point, pembuatan surat dan grafik, rumus statistik dan fungsi logika, slide, design, animasi dan transitions . Kegiatan pelatihan diakhiri dengan pemberian kuesioner post-test untuk mengukur tingkat pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan dan keberhasilan tim pengabdian dalam memberikan pelatihan dan pendampingan. Hasil evaluasi yang diperoleh berdasarkan kuesioner pre-test dan post-test menunjukan peningkatan yang cukup siginifkan. Pada hasil evaluasi pre-test, kemampuan peserta dalam memahami dan menggunakan microsoft word, excel dan power point sangat rendah dengan nilai ketidakpahaman diatas 60%. Dan hasil evaluasi post-test menunjukan adanya peningkatan memahami dan menggunakan microsoft excel dengan nilai diatas 70%. Untuk penggunaan website profil Kampung dilakukan melalui mekanisme pendampingan. Website profil Kampung yang dibuat oleh tim pengabdian berfungsi untuk menyediakan informasi tentang Kampung yoka dan berita kegiatan yang dilakukan oleh Kampung. Waktu pelaksanaan pelatihan oleh tim pengabdian cukup singkat, oleh karena itu tim pengabdian menyediakan modul untuk peserta yang dapat digunakan jika mengalami kendala dalam belajar. Peningkatan kemampuan literasi digital aparatur Kampung diharapkan menjadi perhatian penting, mengingat mereka adalah pelaksana pelayanan publik dan pengelola data desa. Sehingga diharapkan adanya keberlanjutan dari kegiatan pelatihan literasi digital.</em></p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><strong><em>: </em></strong><em>literasi digital, microsoft office, website, pelayanan publik</em></p> Rosalin Theophilia Tayane Yulius Palumpun Widodo Widodo Muh Irfan Aditama ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-03 2026-02-03 7 1 20 28 10.58839/jad.v7i1.1614 PENDAMPINGAN PENYUSUNAN RENCANA INDUK IPTEK BERBASIS POTENSI LOKAL PAPUA PEGUNUNGAN https://ojs.ustj.ac.id/abdimas/article/view/1609 <p><em>Pembentukan Provinsi Papua Pegunungan sebagai daerah otonomi baru menuntut adanya sistem perencanaan pembangunan yang terarah, terintegrasi, dan berbasis potensi lokal. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah belum optimalnya pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan daerah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi penyusunan Rencana Induk Pemajuan IPTEK berbasis potensi lokal di Provinsi Papua Pegunungan agar selaras dengan kebijakan nasional dan kebutuhan daerah. Metode pengabdian dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi identifikasi dan analisis kebutuhan, perencanaan partisipatif melalui Focus Group Discussion (FGD), serta penyusunan dokumen Rencana Induk IPTEK secara kolaboratif dengan pemangku kepentingan daerah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Papua Pegunungan memiliki potensi sumber daya alam, keanekaragaman hayati, dan sosial budaya yang besar sebagai basis pengembangan riset dan inovasi, namun masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, kelembagaan, dan sumber daya manusia IPTEK. Pendampingan ini menghasilkan dokumen Rencana Induk Pemajuan IPTEK yang berbasis data, kontekstual, dan adaptif terhadap karakteristik wilayah pegunungan, serta diharapkan dapat menjadi acuan strategis dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.</em></p> Anna M Labok ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-06 2026-02-06 7 1 29 35 10.58839/jad.v7i1.1609 PENYUSUNAN DAN SOSIALISASI PETA LAHAN KRITIS SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA DI KAMPUNG SEREH https://ojs.ustj.ac.id/abdimas/article/view/1617 <p><em>Kampung Sereh di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, memiliki kondisi topografi curam dan tutupan lahan yang terus berubah akibat pembukaan kebun pada lereng Pegunungan Cycloop. Kondisi ini meningkatkan potensi bencana banjir bandang dan longsor sehingga diperlukan upaya mitigasi berbasis masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menyusun peta potensi lahan kritis dan mensosialisasikannya kepada warga sebagai dasar pengelolaan lahan yang lebih bijaksana. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data spasial dan non-spasial, analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan metode weighted overlay, serta sosialisasi hasil pemetaan melalui pemaparan, diskusi, dan penyebaran materi edukatif dalam bentuk brosur. Hasil pemetaan menghasilkan zonasi lahan dengan kategori tidak kritis hingga kritis di tingkat kampung. Melalui kegiatan sosialisasi, pemerintah kampung, tokoh adat, dan warga memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai lokasi-lokasi lahan kritis serta prinsip dasar pengelolaan lahan dan konsep agroforestri sebagai alternatif pemanfaatan lahan. Kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana dan memberikan masukan penting bagi perencanaan pembangunan kampung.</em></p> Yannice Luma Marnala Sitorus Normalia Ode Yanthy Anna Mariani Labok ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-16 2026-02-16 7 1 36 45 10.58839/jad.v7i1.1617