ANALISA PENGARUH PEMOTONGAN MATERIAL BAJA PADUAN DAN BESI TUANG PADA PROSES FRAIS (MILLING) TERHADAP PERMUKAAN PAHAT HSS

  • Jufri Sialana Universitas Sains dan Teknologi Jayapura
  • Jems Way Universitas Sains dan Teknologi Jayapura
Keywords: Mesin Frais, Pahat HSS, Material benda kerja

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa kemampuan pahat HSS untuk melakukan pemotongan pada material baja paduan (steel alloy) dan besi tuang (cast iron) dan menganalisa pengaruh pemotongan  pahat HSS terhadap permukaan material baja paduan (steel alloy) dan besi tuang (Cast iron) pada proses milling,

Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah penelitian eksperimen, yang digunakan untuk mencari pengaruh pemakanan dari proses frais (milling), dengan mengukur dan mencatat data-data berdasarkan tabel pengambilan data.

Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah pada perhitungan proses pemotongan untuk baja paduan dan besi tuang terjadi kesamaan pada kecepatan potong (V) yaitu sebesar 28,88 mm/menit, gerak makan pergigi (fz) yaitu sebesar 0,05434 mm/menit, waktu pemotongan (tc) adalah 1,5 menit dan  kecepatan penghasil geram (Z), sebesar 0,46 mm/menit. Sedangkan perbedan perhitungan terjadi perbedaan pada gaya potong pergigi rata-rata  (Ftm), dimana untuk material baja paduan adalah  703,76 N dan untuk besi tuang adalah 543,98  N. Berat pahat HSS sebelum pemotongan adalah 352,8 gram dan sesudah pemotongan untuk baja paduan adalah 352,3 gram dan besi tuang adalah 352,5, sehingga  kehilangan berat yang terjadi pada baj paduan adalah 0,5 gram dengan presentase kehilangan sebesar 0,25 %, dan besi tuang adalah 0,2 gram dengan presentase kehilangan berat sebesar 0,1 %. sehingga berdasarkan data dari kedua material tersebut maka dapat dilihat bahwa untuk baja paduan mengalami tingkat  keausan pada bidang potong yang lebih besar dari pada besi tuang.

Published
2019-06-12